Gaya Rambut Virus Corona Jadi Tren Baru Di Kenya, Begini Penampakannya

Alih-Alih Merasa Ketakutan, Warga Kibera, Daerah Kumuh Terbesar Kenya, Justru Membuat Tren Rambut Baru Berdasarkan Bentuk Virus Bernama Resmi SARS-Cov-2 Itu Jika Dilihat Dari Miskroskop.



Pandemi virus corona (COVID-19) boleh saja menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh masyarakat di dunia. Akan tetapi di tengah merebaknya pandemi ini, warga Kenya justru menjadikan virus corona sebagai tren baru model rambut yang paling diminati.

Dilansir dari Time pada Rabu (13/5), warga Kibera, daerah kumuh terbesar Kenya, mencoba gaya rambut baru berdasarkan bentuk virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu jika dilihat dari miskroskop. Namun, yang membuat gaya itu menjadi tren di sana adalah karena harga yang ditawarkan, yakni kurang dari USD 1, atau sekitar Rp14,901.



AP



Sontak saja harga yang ditawarkan tersebut sesuai dengan bujet masyarakat sekitar yang kian menipis di tengah wabah corona ini. "Model rambut ini begitu terjangkau bagi orang seperti saya, yang tak mampu membayar mahal namun anak kami harus tetap bergaya," kata seorang warga sekitar.

Untuk menciptakan tampilan spiky (bentuk runcing), si penata rambut awalnya akan membagi rambut pelanggan mereka menjadi sejumlah bagian. Kemudian, rambut pelanggan akan dipuntir dan dibungkus dengan benang hitam daripada kepang rambut sintetis, yang membuat harganya jauh lebih murah. Hasilnya adalah bentuk rambut yang menantang gravitasi, mirip dengan virus yang membuka sel tubuh manusia dan mulai bereplikasi.



Menurut salah satu penata rambut di Kenya, Sharon Refa, pihaknya mempunyai maksud lain dari terciptanya gaya rambut tersebut. Terlepas agar tetap menerima pemasukan, dia menuturkan banyak orang dewasa di tempatnya yang tidak percaya jika wabah yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok, itu benar-benar nyata.

Namun berbeda dengan kalangan dewasa, anak-anak cenderung lebih teredukasi dengan mencuci tangan dan mengenakan masker ketika mereka berada di luar. "Banyak orang dewasa tak melakukan hidup bersih. Karena itu, kami muncul dengan ide membentuk model rambut corona," papar Refa.



Dia mengatakan, melalui model rambut virus corona, mereka ingin mengingatkan akan betapa berbahayanya wabah tersebut ke semua orang.

Sementara itu, sejauh ini Kenya sendiri telah mendeteksi sebanyak 715 kasus virus corona. Dari jumlah tersebut, 36 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan 259 lainnya yang dikonfirmasi pulih. Saat ini, Kenya memiliki kasus aktif COVID-19 sebanyak 420 pasien.

Belum ada Komentar untuk "Gaya Rambut Virus Corona Jadi Tren Baru Di Kenya, Begini Penampakannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel